MANADO, KOMPAS.com - Nasib buruh bangunan asal Blora, Jawa Tengah ini sungguh malang. Dawion (52) yang datang ke Manado untuk bekerja sebagai buruh bangunan, Kamis (1/11/2012) kemarin tewas tertimbun tanah longsor. Padahal dia baru 10 hari berada di Manado.
Dawion kehilangan nyawa sewaktu bekerja bersama rekan buruh lainnya yang menggali fondasi di lokasi pembangunan perumahan Dream Living, Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala, Manado.
Menurut penuturan saksi mata, siang itu hujan deras turun, mereka menghentikan aktivitas menggali fondasi dan melanjutkan pekerjaan satu jam kemudian setelah hujan reda, termasuk Dawion yang kembali turun menuju lubang pondasi yang digali sedalam sekitar 1,8 meter.
Pardi, salah satu rekan kerjanya yang berada di atas tebing menuturkan, baru saja memulai pekerjaan kembali tiba-tiba datang bunyi yang bergemuruh di sisi kanannya. "Saya syok ketika menyadari itu bunyi tanah yang longsor dan jatuh di mana Dawion berada," tutur Pardi.
Lubang untuk fondasi cakar ayam itupun tak bersisa, karena tertutupi tanah yang longsor dan menimbun Dawion di dalamnya. Upaya untuk menggali lubang dan menyelamatkan Dawion pun segera dilakukan, termasuk menggunakan alat berat eskavator.
Namun sayang ketika ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita, nyawa Dawion sudah tidak tertolong lagi. "Dia tewas tertimbun," ujar Pardi.
Jenasah Dawion lalu dibawa ke Rumah Sakit Teling yang tak jauh dari lokasi, kemudian langsung diterbangkan ke kampung halamannya di Desa Kebonrejo, Bojonegoro, Jawa Tengah.
Kanit Reskrim Polsdek Tikala Aiptu J Parinding membenarkan kejadian ini. "Permintaan outopsi ditolak keluarga, karena dianggap sebagai kecelakaan kerja," ujar Parinding.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang